Pages

Subscribe:

Featured Posts

Monday, November 23, 2009

Mengebor Bensin di Kebun Singkong

Tujuh tahun terakhir Zaenal Arifin rutin mengolah 1,5 ton singkong segar per hari menjadi keripik. Hasilnya 600kg keripik ia jual ke beberapa daerah di Pulau Jawa, Bali, dan Lampung. Selain keripik, singkong juga sering diolah menjadi tapai. Begitulah secara turun-temurun anggota famili Euphorbiaceae itu dimanfaatkan. Namun, setahun terakhir singkong juga mengisi tangki-tangki motor dan mobil. Kendaraan itu melaju dengan bahan bakar singkong.

Singkong diolah menjadi bioetanol, pengganti premium. Menurut Dr Ir Tatang H Soerawidjaja, dari Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung (ITB), singkong salah satu sumber pati. Pati senyawa karbohidrat kompleks. Sebelum difermentasi, pati diubah menjadi glukosa, karbohidrat yang lebih sederhana. Untuk mengurai pati, perlu bantuan cendawan Aspergillus sp. Cendawan itu menghasilkan enzim alfamilase dan glukoamilase yang berperan mengurai pati menjadi glukosa alias gula sederhana. Setelah menjadi gula, baru difermentasi menjadi etanol.

Lalu, bagaimana cara mengolah singkong menjadi etanol? Berikut langkah-langkah pembuatan bioetanol berbahan singkong yang diterapkan Tatang H Soerawidjaja.

Pengolahan berikut ini berkapasitas 10 liter per hari. Cara Tatang Membuat Bensin:

1. Kupas 125 kg singkong segar, semua jenis dapat dimanfaatkan. Bersihkan dan cacah berukuran kecil-kecil.

2. Keringkan singkong yang telah dicacah hingga kadar air maksimal 16%. Persis singkong yang dikeringkan menjadi gaplek. Tujuannya agar lebih awet sehingga produsen dapat menyimpan sebagai cadangan bahan baku.

3. Masukkan 25 kg gaplek ke dalam tangki stainless steel berkapasitas 120 liter, lalu tambahkan air hingga mencapai volume 100 liter. Panaskan gaplek hingga 100oC selama 0,5 jam. Aduk rebusan gaplek sampai menjadi bubur dan mengental.

4. Dinginkan bubur gaplek, lalu masukkan ke dalam tangki sakarifi kasi. Sakarifikasi adalah proses penguraian pati menjadi glukosa. Setelah dingin, masukkan cendawan Aspergillus yang akan memecah pati menjadi glukosa. Untuk menguraikan 100 liter bubur pati singkong, perlu 10 liter larutan cendawan Aspergillus atau 10% dari total bubur. Konsentrasi cendawan mencapai 100-juta sel/ml. Sebelum digunakan, Aspergillus dikulturkan pada bubur gaplek yang telah dimasak tadi agar adaptif dengan sifat kimia bubur gaplek. Cendawan berkembang biak dan bekerja mengurai pati.

5. Dua jam kemudian, bubur gaplek berubah menjadi 2 lapisan: air dan endapan gula. Aduk kembali pati yang sudah menjadi gula itu, lalu masukkan ke dalam tangki fermentasi. Namun, sebelum difermentasi pastikan kadar gula larutan pati maksimal 17-18%. Itu adalah kadar gula maksimum yang disukai bakteri Saccharomyces untuk hidup dan bekerja mengurai gula menjadi alkohol. Jika kadar gula lebih tinggi, tambahkan air hingga mencapai kadar yang diinginkan. Bila sebaliknya, tambahkan larutan gula pasir agar mencapai kadar gula maksimum.

6. Tutup rapat tangki fermentasi untuk mencegah kontaminasi dan Saccharomyces bekerja mengurai glukosa lebih optimal. Fermentasi berlangsung anaerob alias tidak membutuhkan oksigen. Agar fermentasi optimal, jaga suhu pada 28-32oC dan pH 4,5-5,5.

7. Setelah 2-3 hari, larutan pati berubah menjadi 3 lapisan. Lapisan terbawah berupa endapan protein. Di atasnya air, dan etanol. Hasil fermentasi itu disebut bir yang mengandung 6-12% etanol.

8. Sedot larutan etanol dengan selang plastik melalui kertas saring berukuran 1 mikron untuk menyaring endapan protein.

9. Meski telah disaring, etanol masih bercampur air. Untuk memisahkannya, lakukan destilasi atau penyulingan. Panaskan campuran air dan etanol pada suhu 78oC atau setara titik didih etanol. Pada suhu itu etanol lebih dulu menguap ketimbang air yang bertitik didih 100oC. Uap etanol dialirkan melalui pipa yang terendam air sehingga terkondensasi dan kembali menjadi etanol cair.

10. Hasil penyulingan berupa 95% etanol dan tidak dapat larut dalam bensin. Agar larut, diperlukan etanol berkadar 99% atau disebut etanol kering. Oleh sebab itu, perlu destilasi absorbent. Etanol 95% itu dipanaskan 100oC. Pada suhu itu, etanol dan air menguap. Uap keduanya kemudian dilewatkan ke dalam pipa yang dindingnya berlapis zeolit atau pati. Zeolit akan menyerap kadar air tersisa hingga diperoleh etanol 99% yang siap dicampur dengan bensin. Sepuluh liter etanol 99%, membutuhkan 120-130 liter bir yang dihasilkan dari 25 kg gaplek. (Imam Wiguna) (sumber: trubus)
Read More..

Sunday, November 22, 2009

NetMeeting - Remote desktop sharing is disable



Solution:
Your Configuration and manually delete the following entries:
[HLKM\System\CurrentControlSet\-Services\mnmdd\Enum\0]
[HLKM\System\CurrentControlSet\-Services\mnmdd\Enum\Count]
[HLKM\System\CurrentControlSet\-Services\mnmdd\Enum\NextInstan-ce]
Read More..

Friday, November 20, 2009

Modify the Windows XP System Properties logo

The Windows XP System Properties logo is often changed by computer manufacturers. Hardware vendors use this general system information dialog to brand your computer with their own logo and support contact information.

In this tip you can learn how you can insert your own logo in the system properties dialog and complete it with your own contact information.

To invoke the system properties dialog, click the Start button, right-click "My Computer" and select "Properties".

This will open up your general system information dialog. On our Fujitsu-Siemens Amilo Pro laptop, the Windows XP System Properties logo looks like this :



If you want to put your own graphic in there, you should create your image in a .bmp graphic file. It's also a good idea to create this bitmap image with the same background shade of gray (RGB: 192, 192, 192) used in the Properties dialog. Otherwise, you risk letting Windows make its own judgments regarding color contrast and background shading.


The next thing to consider is the image size. The system properties dialog only offers enough real estate for an image of about 180 (wide) x120 (high) pixels. Make sure that you can fit your logo in this area.

Once you have created your logo and saved it as a .bmp file, copy it over to the system32 subfolder of your Windows system folder. If you don't know where your system folder is :
Click the Start button and select "Run"
In the "open" field, enter "cmd" (without the quotes) and click ok
Windows will open up a dos command window
In the command window, type "set system" (without the quotes)
Look for the line that contains "SystemRoot", this is where your system directory is (generally, the Windows XP system folder is c:\windows)

Now that you know where your system folder is, copy your logo image file over to the system32 subfolder of your system folder. Then rename your logo image file to oemlogo.bmp

Additionally you can create a new file in this same folder and name the new file oeminfo.ini

In this file you can enter your contact information like in the example below :

[General]
Manufacturer=Windows Help Central
Model=ShowCase

[Support Information]
Line1=" "
Line2=" For support, sales, upgrades or questions:"
Line3=""
Line4=" Some text to demonstrate the XP System Properties logo"
Line5=" Windows XP Tips and Tricks "
Line6=" yadayada"
Line7=""
Line8=" +1 (888) 888-888 (voice)"
Line9=" +1 (888) 888-889 (fax)"
Line10=""
Line11=""
Line12=" http://www.windows-help-central.com/"

Save and close the file and you are ready. From now on, if someone opens up the system properties dialog, your own Windows XP System Properties logo is in there.



And if someone clicks the "Support Information" button :


source: http://www.windows-help-central.com
Read More..

Remove Shared Documents

1. Open Regedit(Start- Run- Regedit) and navigate to HKEY_LOCAL_MACHINE SOFTWARE Microsoft Windows CurrentVersion Explorer My Computer NameSpace DelegateFolders
2. There will see a sub-key named {59031a47-3f72-44a7-89c5-5595fe6b30ee}.
3. By Deleting this you can remove the 'Other Files stored on This Computer' group.
Read More..

Disable CD Autorun

1) Click Start, Run and enter GPEDIT.MSC
2) Go to Computer Configuration, Administrative Templates, System.
3) Locate the entry for Turn autoplay off and modify it as you desire.
Read More..

Thursday, November 19, 2009

Delete icon Recyle Bin on desktop

1. Click [Start] - [Run] type "regedit"
2. Find HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer\Desktop\NameSpace\{645FF040-5081-101B-9F08-00AA002F954E},delete items "{645FF040-5081-101B-9F08-00AA002F954E}"
3. Start-run type "gpedit.msc"
4. Select
[User Configuration]- [Desktop] - [Remove recyle bin icon from desktop], click right mouse and select [properties], select "Enable" and click "OK"

5. Restart Read More..

Wednesday, November 18, 2009

Tersenyum Sejenak

Senyum itu milik bersama, bukan monopoli orang berpunya sehingga orang papa tidak kebagian jatah, bukan kekhususan orang berharta sehingga orang miskin tidak mendapatkannya, bukan keistimewaan orang berpangkat sehingga orang rendah dilarang melupakannya, siapa pun bisa tersenyum, senyum karena kelucuan orang lain atau kekonyolannya atau senyum karena menertawakan diri sendiri.

Senyum itu sehat, siapa yang memungkiri manfaat senyum, siapa yang menafikan dampat positifnya dan siapa yang menutup mata dari kemaslahatannya, senyum menurunkan ketegangan saraf otak, senyum melemaskan otot tubuh yang kaku dan senyum membuat wajah terlihat ramah, bahkan terkadang senyum merupakan sebuah jawaban dari sebuah pertanyaan atau respon dari sebuah kejadian. Namun demikian tidak berarti bahwa Anda bisa tersenyum sendiri, karena dalam kondisi ini Anda bisa dikira kurang waras atau pandir.

Yang unik, ketika seseorang tersenyum sendiri, dia bisa disangka bahlul, pandir, dungu dan semacamnya, namun terkadang justru kita bisa dibuat tersenyum oleh kepandiran atau kedunguan, coba Anda baca yang berikut.


Seorang bapak yang pandir berkata kepada anaknya yang juga pandiri, “Apakah kamu masih ingat hari apa kita Shalat Jum’at di masjid al-Furqan?” Anaknya menjawab, “Aku lupa wahai ayah, namun sepertinya hari Selasa.” Maka bapak berkata, “Kamu benar anakku, aku juga masih ingat bahwa hari itu adalah hari Selasa.”

Seorang laki-laki pandir membeli sepuluh ekor unta, pulang dari pasar dia mengendarai satu dari sepuluh unta tersebut dan dia berjalan di depan, di tengah jalan dia berhenti, dia menoleh ke belakang, dia menghitung jumlah unta, ternyata cuma sembilan ekor, lalu dia turun dari unta yang dia kendarai dan menghitung ulang, ternyata jumlahnya sepuluh, maka dia berkata, “Lebih baik aku berjalan kaki sehingga untaku tidak hilang satu.”

Seorang laki-laki pandiri mempunyai bagian setengah rumah, dia berkata, “Aku akan menjual bagian setengahku sehingga aku bisa membeli setengah yang lain dan aku pun mempunyai rumah utuh.”

Kabilah Rasib berselisih dengan Kabilah Thafawah karena memperebutkan seorang laki-laki, masing-masing kedua kabilah itu mengklaim bahwa laki-laki itu berasal darinya, kemudian mereka sepakat untuk berhakim kepada seorang laki-laki pertama yang datang kepada mereka, ternyata yang datang adalah laki-laki pandir, setelah mereka menyampaikan persoalan, laki-laki yang mereka jadikan sebagai hakim ini berkata, “Lemparkan laki-laki yang kalian perebutkan itu ke laut, jika dia tenggelam maka dia dari kabilah Rasib, namun jika dia terapung maka dia dari kabilah Thafawah.” -Rasib dalam bahasa Arab berarti tenggelam dan Thawafah berarti terapung- Lalu laki-laki yang diperebutkan itu kabur sambil berkata, “Aku tidak mau menjadi anggota dua kabilah itu.”

Seorang laki-laki mempekerjakan seekor keledai untuk memutar sebuah penggilingan, dia meletakkan lonceng di leher keledai itu, seorang temannya datang menghampiri, dia bertanya, “Mengapa aku melihat lonceng di leher keledaimu?” Laki-laki itu menjawab, “Terkadang aku malas mengawasi keledai ini dan terkadang aku pun mengantuk, ketika aku tidak mendengar gemerincing lonceng maka aku tahu bahwa keledai itu berhenti, aku pun berteriak atau mencambukkanya sehingga dia kembali berjalan.” Temannya berkata, “Bagaimana kalau keledaimu itu berhenti ketika kamu sedang malas mengawasi atau mengantuk dan ia hanya menggeleng-gelengkan kepalanya saja?” Maka laki-laki itu berkata, “Kalau keledai itu sampai melakukan itu maka dia bukan keledai.”

Seorang laki-laki pandiri meronce kalung dari tulang dan biji-bijian, lalu dia mengalungkannya di lehernya, dia ditanya mengapa melakukan itu, maka dia menjawab, “Dengan kalung ini aku bisa mengenali diriku. Dengan kalung ini aku mengetahui diriku.” Suatu hari laki-laki ini tertidur, saudaranya menghampirinya dan mengambil kalung itu lalu memakainya. Ketika pemiliknya bangun, dia mencari-cari kalungnya dan menemukannya di leher saudaranya, maka dia berkata, “Wahai saudaraku, kamu adalah aku, lalu siapa aku?”(alsofwah)
Read More..